PEMIKIRAN MARIA ULLFAH SANTOSO TENTANG HAK PILIH PEREMPUAN INDONESIA (1938-1941))
DOI:
https://doi.org/10.33652/handep.v3i2.104Keywords:
hak pilih, pergerakan perempuan, sejarah pemikiran, Maria Ullfah SantosoAbstract
Tulisan ini membahas tentang sejarah pemikiran Maria Ullfah Santoso dalam memperjuangkan hak pilih perempuan Indonesia pada masa kolonial Belanda. Hingga awal dekade 1930-an, perempuan Indonesia belum memiliki hak pilih serta masih menjauhkan diri dari partisipasi politik. Sebagai seorang ahli hukum yang memiliki keterlibatan aktif dalam pergerakan perempuan Indonesia, Maria Ullfah aktif mengampanyekan hak pilih perempuan Indonesia melalui tulisan dan pidato. Pokok permasalahan yang dibahas dalam tulisan ini adalah bagaimana pemikiran Maria Ullfah tentang hak pilih perempuan diformulasikan serta pengaruhnya dalam perjuangan hak pilih perempuan Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah dan pendekatan sejarah pemikiran, penulismenemukan bahwa Maria Ullfah berpendapat bahwa setiap golongan masyarakat, termasuk perempuan, harus memiliki hak pilih. Menurutnya, hak pilih pasif diperlukan agar perempuan Indonesia dapat duduk di dewan-dewan perwakilan untuk memperjuangkan kepentingan perempuan Indonesia. Adapun hak pilih aktif diperlukan agar perempuan Indonesia dapat memilih wakil-wakilnya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Pengaruh pemikiran Maria Ullfah terlihat dalam usaha kaum perempuan Indonesia untuk memiliki perwakilan di Dewan Rakyat (Volksraad), serta keberhasilan perempuan Indonesia dalam mendapatkan hak pilih aktif untuk pertama kalinya pada tahun 1941.
References
Anon. 1929. “De Opening Der StatenGeneraal.” Arnhemsche Courant, September, 20.
Anon. 1933a. “Jang Pertama.” Pedoman Isteri, Juni, 103.
Anon. 1933b. “Onze Eerste Mr. in de Rechten!” Pedoman Isteri, November, 187.
Anon. 1935a. “Kaoem Isteri Dalam Volksraad.” Pedoman Isteri, Mei, 91.
Anon. 1935b. “Kongres Perempoean Indonesia Jang Ke-2.” Pedoman Isteri, Juli, 120–22.
Anon. 1937a. “Ngawoer.” Pemandangan, Juli, 5.
Anon. 1937b. “Wakil Kita Di Pedjambon.” Pemandangan, Juli, 5.
Anon. 1938a. “Kaoem Isteri Dalam Gemeenteraad.” Pedoman Isteri, Agustus, 90.
Anon. 1938b. “Perempoean Dalam Raad-Raad.” Pemandangan, Juli, 2.
Anon. 1938c. “Pintjang.” Pemandangan, Agustus, 5.
Anon. 1938d. Staatsblad van Nederlandsch-Indie 1938 No. 88.
Anon. 1939a. “Amat Sedih Tidak Masoek Ke Volksraad.” Pembangoen, Agustus, 10–11.
Anon. 1939b. “Andjoeran Pengoeroes Besar Isteri Indonesia.” Isteri Indonesia, Maret, 12.
Anon. 1939c. “De Regent van Koeningan.” Bataviaasch Nieuwsblad, Agustus, 8.
Anon. 1939d. “Kaoem Poeteri Kita Ke Volksraad.” Keoetamaan Isteri, Februari, 7–8.
Anon. 1939e. “Kongres Rakjat Indonesia Ke-1.” Pembangoen, Desember.
Anon. 1939f. “Njonja Mr. Maria Ullfah Santoso Dan Kaoem Iboe Soematera.” Doenia Kita, Februari, 1–2.
Anon. 1939g. “Pinta Beloem Terkaboel, Kehendak Beloem Berlakoe.” Keoetamaan Isteri, Juli, 5–6. Anon. 1939h. “Seroean Gaboengan Politiek Indonesia.” Keoetamaan Isteri, Oktober, 11.
Anon. 1941a. “Bersi…ap! Ke Kongres… KPI!” Keoetamaan Isteri, Juni, 6–7.
Anon. 1941b. “Hasil Kongres Perempoean Indonesia IV.” Doenia Kita, Agustus, 3–4.
Anon. 1941c. “Memorandum GAPI Tentang Soesoenan Tata Negara Indonesia.” Pembangoen, Februari, 4–5.
Anon. 1941d. “Peringatan R.A. Kartini.” Pemandangan, April, 2.
Anon. 1941e. “Tegenstelling.” De Indische Courant, September, 1.
Anon. 1945. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.
Anon. 2017. Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.
Blackburn, Susan. 1999. “Winning the Vote for Women in Indonesia.” Australian Feminist Studies 14(29):207–18.
Blackburn, Susan. 2004a. “Women’s Suffrage and Democracy in Indonesia.” Hlm. 79–105 dalam Women’s Suffrage in Asia: Gender, Nationalism and Democracy, disunting oleh L. Edwards and M. Roces. London: Routledge Curzon.
Blackburn, Susan. 2004b. Women and the State in Modern Indonesia. Cambridge: Cambridge University Press.
Blackburn, Susan. 2010. “Feminism and the Women’s Movement in the World’s Largest Islamic Nation.” Pp. 21–33 in Women’s Movements in Asia: Feminisms and Transnational Activism, edited by M. Roces and L. Edwards. Abingdon: Routledge.
Centraal Kantoor voor de Statistiek. 1935. Indisch Verslag 1935: II. Statistisch Jaaroverzicht van Nederlandsch-Indie over het Jaar 1934. Jakarta: Landsdrukkerij.
Centraal Kantoor voor de Statistiek. 1941. Indisch Verslag 1941: II. Statistisch Jaaroverzicht van Nederlandsch-Indie over het Jaar 1940. Jakarta: Landsdrukkerij.
Gordon, Peter. 2012. Diunduh Desember, 2019 (https:// ces.fas.harvard.edu/uploads/files/ Reports-Articles/What-isIntellectual-History-Essay-byPeter-Gordon.pdf).
Helen. 1941. “Vrouwen Gaan over de Tong: De Discussies in Den Volksraad.” Bataviaasch Nieuwsblad, September, 10.
Jayawardena, Kumari. 2016. Feminism and Nationalism in the Third World. London: Verso.
Kongres Perempoean Indonesia. 1928. Congresnummer Congres Perempoean Indonesia Jang Pertama. Yogyakarta: Perikatan Perempoean Indonesia.
Kongres Wanita Indonesia. 1986. Sejarah Setengah Abad Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang.
Locher-Scholten, Elsbeth. 1999. “The Colonial Heritage of Human Rights in Indonesia: The Case of the Vote for Women, 1916-1941.” Journal of Southeast Asian Studies 30(1):54–73.
Locher-Scholten, Elsbeth. 2000. Women and the Colonial State: Essays on Gender and Modernity in the Netherlands Indies, 19001942. Amsterdam: Amsterdam University Press.
Martyn, Elizabeth. 2005. The Women’s Movement in Post-Colonial Indonesia: Gender and Nation in a New Democracy. Abingdon: Routledge Curzon.
Rasid, Gadis. 1982. Maria Ullfah Subadio: Pembela Kaumnya. Jakarta: Bulan Bintang.
Rijksuniversiteit te Leiden. 1930. Jaarboek Der Rijksuniversiteit Te Leiden 1930. Leiden: SC van Doesburgh.
Rijksuniversiteit te Leiden. 1934. Jaarboek Der Rijksuniversiteit Te Leiden 1934. Leiden: SC van Doesburgh.
Santoso, Maria Ullfah. 1938a. “Kaoem Iboe Dalam Badan-Badan Perwakilan (I).” Pemandangan, Juli, 7.
Santoso, Maria Ullfah. 1938b. “Kaoem Iboe Dalam Badan-Badan Perwakilan (II).” Pemandangan, Juli, 6.
Santoso, Maria Ullfah. 1940. “Sedikit Tentang Kongres Rakjat Indonesia.” Isteri Indonesia, Januari, 2.
Santoso, Maria Ullfah. 1941a. “Aan Helen!” Bataviaasch Nieuwsblad, September, 6.
Santoso, Maria Ullfah. 1941b. “Dari Tanggal 1 Sjawal 1359 Sampai 1 Sjawal 1360.” Isteri Indonesia, Oktober, 2–3.
Santoso, Maria Ullfah. 1941c. “Hak Pilih Bagi Perempoean.” Isteri Indonesia, September, 1–3. Santoso, Maria Ullfah. 1941d. “Kongres Perempoean Indonesia IV.” Pemandangan, April, 5. Santoso, Maria Ullfah. 1941e. “Perempoean Dalam Dewan Rakjat.” Pemandangan, Januari, 5. Santoso, Maria Ullfah. 1941f. “Perempoean Dan Dewan2.” Keoetamaan Isteri, April, 7–8. Santoso, Maria Ullfah. 1941g. “SjaratSjarat Oentoek Mendjadi Kiezer Pada Pemilihan AnggautaAnggauta Dewan Gemeente.” Isteri Indonesia, November, 2–4.
Santoso, Maria Ullfah. 1941h. “Soal Hak Pilih.” Isteri Indonesia, Agustus, 1–4.
Santoso, Maria Ullfah. 1941i. “Soal Hak Pilih Dan Memorandum Gapi.” Pemandangan, Februari, 2.
Subadio, Maria Ullfah. 1981. Perjuangan Untuk Mencapai Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Yayasan Idayu.
Volksraad. 1942. Handelingen van Den Volksraad: Zittingsjaar 1941-1942.
Vreede-De Stuers, Cora. 2017. Sejarah Perempuan Indonesia: Gerakan dan Pencapaian. Depok: Komunitas Bambu.
Wieringa, Saskia. 2002. Sexual Politics in Indonesia. New York, NY: Palgrave Macmillan.
Yayasan Kawedri. 1992. Dari Sekolah KW III Ke Yayasan Kawedri. Jakarta: Sinar Agape.
Young, Brian. 2006. “Introduction.” Hlm. 1–7 dalam Palgrave Advances in Intellectual History, disunting oleh R. Whatmore and B. Young. New York, NY: Palgrave Macmillan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
By submitting the manuscript of papers/articles to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, the authors are agreed to the following terms stated in copyright and license. Please also read our Publication Ethics dan Screening for Plagiarism.
Copyright
Authors who wish to publish and disseminate their papers with Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, shall agree to the publishing rights set by Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya. Authors understand that they shall assign publication right to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya as part of the process upon acceptance for publication. The authors agreed that they will transfer certain copyrights to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya (authors must transfer the copyright by using the downloaded form HERE). Consecutively, authors still retain the right to use and share their own published articles without written permission from Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, as long as attributed properly, that the articles are initially published at Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya.
Authors granted Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya these following rights; (1) the right to publish and provide the manuscripts in all forms and media for publication and dissemination, (2) the authority to enforce the rights in the manuscript, for example in the case of plagiarism or copyright infringement.
License
Works in Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya licensed under Creative Commons Attribution license. Users are free to copy and redistribute the material in any medium or format, remix, transform, and build upon the material under these terms; users must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. Users may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses users or their usage.