PERDAGANGAN LADA DI JAMBI ABAD XVI-XVIII

Authors

  • Dedi Arman

DOI:

https://doi.org/10.33652/handep.v1i2.17

Keywords:

perdagangan, lada, dan Kesultanan Jambi

Abstract

Naskah ini membahas tentang perdagangan lada Jambi yang meliputi wilayah produksi, produksi, transportasi, pemasaran dari hulu ke hilir dan aktor-aktor yang terlibat dari keseluruhan perdagangan. Jalur perdagangan dibagi dua, Pertama, dari daerah produksi di hulu dibawa ke hilir (Pelabuhan Jambi). Kedua, dari hulu melalui jalur alternatif ke Muaro Tebo menuju Selat Malaka melalui Indragiri dan Kuala Tungkal. Adapun pelaku perdagangan melibatkan produsen utama lada di Jambi. Produsen lada, petani Minangkabau yang tinggal di sepanjang Sungai Batanghari, dan pedagang adalah Portugis, Cina, Belanda, dan Inggris, maupun sultan dan bangsawan Jambi. Masa kejayaan perdagangan lada Jambi tidak bertahan lama karena petani lada beralih menanam komoditas lain, seperti padi dan kapas terlebih ketika harga lada anjlok di pasaran dunia.

References

Andaya, Barbara Watson. 2016. Hidup Bersaudara di Sumatra Tenggara Abad XVII dan XVIII. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Arman, Dedi, Telisik Perdagangan Lada di Jambi Abad XVI-XVIII, diunduh dari http:/kajanglako.com/ id-235-post-telisik-perdaganganlada-di- jambi-abad-xvixviii.html, pada September 2017.

_______.2017. Dari Hulu ke Hilir Batanghari:Aktivitas Perdagangan Lada di Jambi Abad XVI-XVIII). Tanjungpinang:Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepri.

Arsip Nasional Republik Indonesia, Inventaris Arsip Riouw No. 68/7.

Arsip Nasional Republik Indonesia. 2006. Citra Jambi Dalam Arsip. Jakarta: Arsip Nasional Republik Indonesia.

Asnan,Gusti 2016. S u n g a i & Sejarah Sumatra. Yogyakarta: Ombak.

_______. 2017. Jaringan Pelayaran dan Perdagangan Rempah di Pulau Sumatera. Makassar: Makalah Seminar Digelar Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan tanggal 12 Agustus di Makassar.

http://bangka.tribunnews.com, diakses pada 17 Juni 2012.

http://jalurrempah.com, diakses pada 14 September 2017.

https://indonesiana.tempo.co, diakses 10 Januari 2017.

Imadudin, Iim. 2016. Perdagangan Lada di Lampung Dalam Tiga Masa (1653-1930). Patanjala Vol. 8 No. 3 September 2016, hlm. 349-364.

Kompas. 2016. “Budidaya Lada di Jambi Kembali Dihidupkan,” 24 September 2016.

Kompas. 2017. “Bonggol-Bonggol Tua Penanda Sejarah,” 19 Juli, hlm.12.

Lindayanti, T. Noor, Junaidi, dan Ujang Hariadi. 2013. Jambi Dalam Sejarah 1500-1942. Jambi: Pusat Kajian Pengembangan Sejarah dan Budaya Jambi.

Lindayanti, Witrianto, dan Ulqayyim. 2010. Harmoni Kehidupan di Provinsi Multi Etnis: Studi Kasus Integrasi Antara Penduduk Pendatang dan Penduduk Asli di Jambi. Padang: Laporan Penelitian Universitas Andalas.

Locher-Scholten, Elsbeth. 2008. Kesultanan Sumatra dan Negara Kolonial, Hubungan JambiBatavia (1830-1907) d a n Bangkitnya Imperialisme Belanda. Jakarta: KITLV.

Marsden, William. 2013. Sejarah Sumatra. Jakarta: Komunitas Bambu.

Masroh, Laelatul. 2017. Perkebunan dan Perdagangan Lada di Lampung 1816-1942. Skripsi. Malang : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.

Roelofsz, Meilink M.A.P. 2016. Perdagangan Asia & Pengaruh Eropa di Nusantara Antara 1500 dan Sekitar 1630. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Siagian, Marahalim, Kontrak Dagang Kerajaan Melayu dengan VOC 1643-1763 diunduh dari http:// u g m . a c a d e m i a . e d u / MarahalimSiagian, pada tanggal 19 Mei 2018.

Soedewo, Ery. 2007. Lada Si Emas Panas: Dampaknya bagi Kesultanan Aceh dan Kesultanan Banten, Historisme, Edisi 23 Tahun XI, hlm. 18.

Wawancara. Ujang Hariadi. Jambi, 15 Mei 2017

Wiwik, Swastiwi Anastasia. 2010. Jambi Dalam Lintasan Sejarah Melayu (Abad I-XVII). Tanjungpinang: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang.

Reid, Anthony. 1999. A s i a Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680. Jilid 2: Jaringan Perdagangan Global. Jakarta: Yayasan Obor.

Downloads

Published

2019-02-16

Issue

Section

Articles