MAKNA SUNGAI DALAM RUANG HIDUP YANG BERUBAH: STUDI KASUS DAYAK NGAJU, KALIMANTAN TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.33652/handep.v5i1.193Keywords:
the significance of river, Ngaju people, living space, and changeAbstract
The rivers flow on the island of Borneo have had a significant function for human life since a long time ago. The river has had a role in the dynamics of civilization and environmental evolution in human life until now. With the construction of road infrastructure, the significance of rivers for riverside communities has also changed. This study sees how Ngaju people interpret the river in a living space that changes with development. The research was conducted in two villages which show the characteristics of different locations, society, and development rates. The villages are Talingke village on the bank of the Katingan River and Pangi Village on the bank of the Kahayan River. Data collection were through observation, interviews, and literature study. The study shows that the characteristics of the river area, the community, and the development rates affect the community in interpreting the river. On the one hand, Pangi people start to leave activities in the river, but they still hold the values of the river in their lives. On the other hand, Talingke’s people still focus their activities on the river but no longer have river values in their lives.
References
Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah. 2021. Kalimantan Tengah dalam Angka Tahun 2021. Diunduh 8 September 2021 (https://kalteng. bps.go.id/publication/2021/02/26/ 149e87d54217d42942544610/ provinsi-kalimantan-tengah-dalam angka-2021.html.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Katingan. 2020. Tasik Payawan dalam Angka 2020. Diunduh 13 April 2020 (katingankab.bps.go.id/ publication/2019/09/26.
Fahrianoor dan Andika Sanjaya. 2021. “Konsep Batang Banyu pada Masyarakat Tepian Sungai dalam Menjaga Keberlanjutan Sungai di Kalimantan Selatan.” Prosiding, Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah 6(3), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Lambung Mangkurat.
Hamidah N, R. Rijanta, Bakti Setiawan, dan Muh. Aris Marfai (2014). “Kajian Transportasi Sungai untuk Menghidupkan Kawasan Tepian Sungai Kahayan Kota Palangkaraya”. Tata Loka 16(1): 1- 17.
Harysakti, Ave dan Lalu Mulyadi. 2014. “Penelusuran Genius Loci pada Permukiman Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Jurnal Spectra No. 24, Vol XII.
Hartatik. 2004. “Situs dan Budaya Sungai: Prospek Wisata di Kalimantan” dalam Sungai dan Kehidupan Masyara kat di Kalimantan disunting oleh Gunadi Kasnowihardjo dkk. Banjarbaru: IAAI Komda Kalimantan.
_____. 2017a. Jejak Budaya Dayak Meratus dalam Perspektif Etnoreligi. Yogyakarta : Ombak.
_____. 2017b. “Sungai Barito dalam Persebaran Suku Dayak di Kalimantan Bagian Tenggara”. Naditira Widya 11(2): 149-164.
Johansen, Poltak., Donatianus BSEP, dan Albertus. 2017. Kebudayaan Sungai pada Komunitas Dayak Pompakng. Yogyakarta: Kepel Press.
Kasnowihardjo, Gunadi, Wasita, dan Andi Nuralang, (ed.). 2004. Sungai dan Kehidupan Masyarakat di Kalimantan. Banjarbaru: IAAI Komda Kalimantan.
Kutanegara, Pande Made. 2014. Manusia, Lingkungan dan Sungai: Transformasi Sosial Kehidupan Masyarakat Sempadan Sungai Code. Yogyakarta: Ombak.
Luardini, Maria Arina. 2008. “Makna dan Nilai yang Terkandung dalam Teks Legenda Dayak Ngaju”. Linguistika 15(28): 1-28.
Mentayani, Ira. 2019. “Identitas dan Eksistensi Permukiman Tepi Sungai di Banjarmasin.” Prosiding, Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah 4(3):497-502 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Lambung Mangkurat.
Prastiwi, Septi Dhanik, Ari Wahyudi dan Jonathan Philip Thomas. 2016. Pertambangan Emas di Sungai Katingan: Perubahan Fungsi Sungai Bagi Masyarakat Dayak Ngaju. Yogyakarta: Diva Press.
Prastiwi, Septi Dhanik dan Galuh Bayuardi. 2017. Sungai dalam Kosmologi Orang Ngaju. Pontianak: Kepel Press.
Poerwanto, Hari. 2010. Kebudayaan dan Lingkungan dalam Perspektif Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Purba, Juniar., Poltak Johansen dan Donatianus BSEP. 2020. Budaya Sungai pada Masyarakat Sintang. Bandung : Media Jaya Abadi.
Putro, Jawas Dwi dan M. Nurhamsah. 2015. “Pola Permukiman Tepian Air Studi Kasus: Desa Sepuk Laut, Punggur Besar dan Tanjung Saleh Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya”. Langkau Betang 2(1):65-76.
Rahmayani, Any., Yusri Darmadi, dan Andang Firmansyah. Integrasi Ekonomi di Sungai Kapuas pada 1900-1942. Yogyakarta: Diva Press.
Riwut, Nila (ed). 2007. Kalimantan Membangun Alam dan Kebudayaan. Yogyakarta : NR Publishing.
______2015. Manaser Panatau Tatu Hiang Menyelami Kekayaan Leluhur. Yogyakarta : NR Publishing.
Rochgiyanti. 2011. “Fungsi Sungai Bagi Masyarakat di Tepian Sungai Kuin Kota Banjarmasin”. Jurnal Komunitas 3(1):51-59.
Rusan, Ahim S dkk, 2006. Sejarah Kalimantan Tengah, Palangkaraya: Lembaga Penelitian Universitas Palangkaraya dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Scharer, Hans. 1963. Ngaju Religion the Conception of god Among a South Borneo People. Holland: Publication Commission and Financed the Netherland Institute For International.
Subiyakto, Bambang dan Djoko Suryo. 2001. “Pelayaran Sungai di Kalimantan Tenggara: Tinjauan Historis tentang Transportasi Air Abad XIX”. Sosiohumanika 14(1):25-37.
Surnaningsih. 2017. Karakter Permu kiman Lahan Basah Abad VI-XV Maseho di DAS Barito. Jurnal Kapata Arkeologi 13(1):109-130.
Wijanarka. 2008. Desain Tepi Sungai: Belajar dari Kawasan Tepi Sungai Kahayan Palangkaraya. Yogyakarta : Ombak.
Wawancara. Esna. Desa Talingke, 19 Maret 2016
Wawancara. Mama Nonoy. Desa Talingke, 24 Maret 2016.
Wawancara. Kusnadi. Desa Pangi, 16 Maret 2017.
Downloads
Published
Issue
Section
License
By submitting the manuscript of papers/articles to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, the authors are agreed to the following terms stated in copyright and license. Please also read our Publication Ethics dan Screening for Plagiarism.
Copyright
Authors who wish to publish and disseminate their papers with Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, shall agree to the publishing rights set by Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya. Authors understand that they shall assign publication right to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya as part of the process upon acceptance for publication. The authors agreed that they will transfer certain copyrights to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya (authors must transfer the copyright by using the downloaded form HERE). Consecutively, authors still retain the right to use and share their own published articles without written permission from Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, as long as attributed properly, that the articles are initially published at Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya.
Authors granted Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya these following rights; (1) the right to publish and provide the manuscripts in all forms and media for publication and dissemination, (2) the authority to enforce the rights in the manuscript, for example in the case of plagiarism or copyright infringement.
License
Works in Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya licensed under Creative Commons Attribution license. Users are free to copy and redistribute the material in any medium or format, remix, transform, and build upon the material under these terms; users must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. Users may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses users or their usage.