EKSISTENSI DAN FUNGSI DOANGANG PADA KEHIDUPAN SOSIAL ORANG MAKASSAR
DOI:
https://doi.org/10.33652/handep.v2i2.21Keywords:
DOANGANG, MANTRA, BUDAYAAbstract
Doangang atau mantra merupakan suatu adat istidat yang masih dipercayai oleh masyarakat penghayatnya sebagai kebutuhan penunjang setelah kehidupan agamanya dijalani secara sungguh-sungguh. Adanya kebutuhan terhadap mantra sebagai warna yang menghiasi kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut tidak terlepas dari keadaan alam dan mata pencaharian, sehingga dalam doangang Makassar menghasilkan tiga kelompok yang berhubungan dengan penggunaan doangang atau mantra untuk perlindungan, kekuatan dan pengobatan.References
Aminuddin. 2011. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo
Arikunto. , S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik “Edisi Revisi”. Jakarta: Rineka Cipta
Depdiknas. 2005. Kamus besar bahasa Indonesia. Edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Endawarsa, S. 2008. Metodologi Penelitian Folklor, -cet 1- Yogyakarta: Media Presindo.
Hadi, S. 2004. Metodologi Research, -ed. II. Yogyakarta : Andi Yogyakarta.
Ismail, Abdurachman. Et al.1996. Fungsi Mantra Dalam Masyarakat Banjar. Jakarta; Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Nurgiyantoro, B. 2009. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada Unity Press.
Nuruddin. 2007. Dasar-dasar Penulisan. Mataram: Universitas Muhammadiyah Mataram.
Polak. J.B.A.F. Major.1986. Sosiologi. Jakarta; Ichtiar
Pradopo, R. J. 1995. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ratna, N. K. 2007. Estetika Sastra dan Budaya. Yoyakarta: Pustaka Pelajar.
Rusyana, Yus. 1970. Bagbagan Puisi Mantra Sunda. Bandung; Proyek Penelitian Pantun dan Folklore Sunda.
Suyasa, M. 2004. Teori Sastra. Mataram. Universitas Muhammadiyah Mataram.
Syah, M. 2000. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Tarigan, H. G. 1993. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.
Tjahjono, L. T. 1987.Sastra Indonesia Pengantar Teori dan Apresiasi. Surabaya: Nusa Indah.
Downloads
Published
Issue
Section
License
By submitting the manuscript of papers/articles to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, the authors are agreed to the following terms stated in copyright and license. Please also read our Publication Ethics dan Screening for Plagiarism.
Copyright
Authors who wish to publish and disseminate their papers with Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, shall agree to the publishing rights set by Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya. Authors understand that they shall assign publication right to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya as part of the process upon acceptance for publication. The authors agreed that they will transfer certain copyrights to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya (authors must transfer the copyright by using the downloaded form HERE). Consecutively, authors still retain the right to use and share their own published articles without written permission from Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, as long as attributed properly, that the articles are initially published at Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya.
Authors granted Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya these following rights; (1) the right to publish and provide the manuscripts in all forms and media for publication and dissemination, (2) the authority to enforce the rights in the manuscript, for example in the case of plagiarism or copyright infringement.
License
Works in Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya licensed under Creative Commons Attribution license. Users are free to copy and redistribute the material in any medium or format, remix, transform, and build upon the material under these terms; users must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. Users may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses users or their usage.