POLA INTERAKSI SOSIAL SUKU LAUT DI DESA AIR SENA, KECAMATAN SIANTAN TENGAH, KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS, PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Authors

  • Miswanto Miswanto Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang
  • Billy Jenawi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang
  • Afrizal Afrizal Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang

DOI:

https://doi.org/10.33652/handep.v2i1.25

Keywords:

interaksi sosial, interaksi simbolik, suku Laut, dan masyarakat Desa Air Sena

Abstract

Tulisan ini membicarakan masyarakat suku Laut yang tinggal di laut dengan menggunakan kajang di Desa Air Sena Kepulauan Anambas. Mereka hidup berdampingan dan berinteraksi “intim” dengan masyarakat Desa Air Sena walaupun tidak semua masyarakat sekitar bisa memahami bahasa Mesuku, bahasa yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat suku Laut. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi di antara sesama anggota (warga) kelompok suku Laut, serta di antara warga kelompok suku Laut dengan warga masyarakat lain di Desa Air Sena di tengah perbedaan bahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data primer diperoleh melalui teknik wawancara mendalam dan observasi secara langsung ke lokasi penelitian. Penelitian ini bermaksud untuk menunjukkan interaksi asosiatif berupa kerja sama, akomodasi dan asimilasi yang diwujudkan dalam bentuk gotong royong, serta proses disosiatif adanya persaingan, kontravensi, dan pertentangan. Wujud interaksi simbolik yang diobservasi berupa tanggapan seseorang terhadap orang lain melalui penggunaan simbol-simbol tubuh dan bahasa yang bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama masyarakat suku Laut dengan masyarakat Desa Air Sena. Mereka hidup tolong-menolong meskipun sebagian masyarakat menunjukkan sikap apatis dan tidak berpartisipasi dalam organisasi kemasyarakatan. Sikap apatis tersebut secara disosiatif tidak menimbulkan pertentangan dan konflik antara masyarakat suku Laut dengan masyarakat Desa Air Sena.

References

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Kotler, Philip. 1999. Manajemen Pemasaran: Analisis Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Jakarta: Erlangga.

Monografi Desa Air Sena, 2017.

Parwitaningsih. 2005. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Universitas Terbuka.

Ritzer, George. 2007. Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Jakarta: Raja Grafindo Kencana.

Ritzer, George. 2012. Teori Sosiologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Silalahi, Ulber. 2009. Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT. Rafika Aditama.

Soeprapto, Riyadi. 2007. Teori Interaksi Simbolik. Jakarta: Kencana Pranata.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syani, Abdul. 1994. Sosiologi Sistematika, Teori dan Terapan. Jakarta: Bumi Aksara.

Soekanto, Soerjono. 2006. Sosiologi Suatu Pengatar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Utsman, Sabian. 2007. Anatomi Konflik dan Solidaritas Masyarakat Nelayan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wargito. 2003. Psikologi Sosial. Yogyakarta: Andi Offset.

West, Richard dan Lynn H. Tuner, 2008. Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika.

Wirawan. 1999. Teori Aplikasi dan Penelitian. Jakarta: Salemba Empat.

Wawancara. Arinandi, Desa Air Sena. 17 Januari 2018.

Wawancara. Laukuto, Desa Air Sena, 15 Januari 2018.

Wawancara. Karyo, Desa Air Sena 21 Januari 2018.

Zen, Muhammad. 2002. Orang Laut Studi Etnopedagogi. Bandung: Mata Production.

Downloads

Published

2019-01-23

Issue

Section

Articles