STRATEGI GRUP BARONG SARDULO KRIDA MUSTIKA DALAM MELESTARIKAN SENI BARONGAN BLORA
DOI:
https://doi.org/10.33652/handep.v2i2.35Keywords:
Strategi Group Barong, Sardulo Krida Mustika, BaronganAbstract
Penelitian ini bertujuan menggambarkan strategi grup Sardulo Krida Mustika dalam melestarikan seni barong khas Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dalam penelitian ini menggunakan analisis data berbasis analisis kualitatif deskriptif dengan memaparkan informasi faktual dari grup barong Sardulo Krida Mustika di Kabupaten Blora. Mulai dari pengelolaan grup, perintisan, sampai tahap promosi, branding, sosialisasi pada masyarakat, bahkan proses pembuatan mandiri barong secara fisik. Dari strategi yang dilakukan Sardulo Krida Mustika untuk melestarikan barongan Blora, ada sembilan langkah yang dilakukan. Pertama, memanfaatan teknologi. Kedua, melakukan kerjasama dengan media siber. Ketiga, mengikuti perkembangan zaman dengan cara memoles desain barong yang menarik. Keempat, merintis kerajinan barong secara mandiri pada anggota grup. Kelima, mengutamakan sisi edukasi daripada komersil dan uang. Keenam, kerjasama dengan grup barong lain dengan cara mengambil satu, atau dua orang saat ada pentas. Ketujuh, memperbanyak anggota dari unsur anak-anak, pelajar, dan mahasiswa. Kedelapan, menjadikan aktivitas seni barong untuk berbinis dan melatih kemandirian secara ekonomi. Kesembilan, bekerjasama, menjalin komunikasi dengan organisasi mahasiswa dan perantau Blora, baik di wilayah Blora, Jawa, Jakarta, luar Jawa bahkan di luar negeri.
References
Alwasilah, A. C. (2006). Pokoknya Sunda: interpretasi untuk Aksi (1st ed.). Bandung: Kiblat & Pusat Studi Sunda.
Bintartiwi, H. I. (2014). “Sejarah Kesenian Barongan di Desa Kunden Kecamatan Blora.” Universitas Kristen Satya Wacana. Retrieved from http://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/4887/5/T1_152010012_BAB IV.pdf.
Blorakab.go.id. (2017). “Senian Barongan.” Retrieved December 28, 2018, from www.blorakab.go.id/index.php/public/kebudayaan/detail/59/senian-barong%0A.
Fauzin, A. (2014, June). “Membumikan Blora Kota Barongan.” Islamcendekia.Com. Retrieved from www.islamcendekia.com/2014/06/membumikan-blora-kota-barongan.html.
Harianblora.com. (2014). “Inilah Perbedaan Barongan Blora dengan Reog Ponorogo.” Retrieved December 27, 2018, from http://www.harianblora.com/2014/12/inilah-perbedaan-barongan-blora-dengan.html.
Hutomo, S. S. (1996). Tradisi dari Blora (1st ed.). Semarang: Citra Almamater.
Infoblora.com. (2013). “Jedoran, Rebana Tradisional Khas Blora yang Hampir Punah.” Retrieved December 28, 2018, from www.infoblora.com/2013/05/jedoran-rebana-tradisional-khas-blora.html.
Infoblora.com. (2017). “Barongan Blora Resmi Diakui Sebagai Warisan Budaya Tak Benda, Jangan Diklaim Ya.” Retrieved December 29, 2018, from www.infoblora.com/2017/12/barongan-blora-resmi-diakui-sebagai.html.
Jacobus Ranjabar; Risman F Sikumbank. (2006). Sistem Sosial Budaya Indonesia: Suatu Pengantar (1st ed.). Bogor: Ghalia Indonesia.
Karyono. (2013). “Model Pertunjukan Barongan Anak sebagai Transmisi Budaya Daerah.” GREGET: Jurnal Pengetahuan Dan Penciptaan Tari, 12 No. 2. Retrieved from https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/greget/article/view/503/507.
Kemdikbud. (2016). Statistik Kebudayaan 2016. Jakarta: Sekjen Kemdikbud. Retrieved from publikasi.data.kemdikbud.go.id/uploadDir/isi_5808B5CD-F78A-4A7C-A886-3DB9D1CF688B_.pdf.
Keswara, R. (2013, August). “Kurang Perlindungan, Ratusan Budaya Tradisional Punah.” Sindonews.Com. Retrieved from nasional.sindonews.com/read/776518/15/kurang-perlindungan-ratusan-budaya-tradisional-punah-1377684089.
Kurniawan, I. B. (2017). Sisi Lain Barongan Blora (1st ed.). Semarang: CV. Pilar Nusantara.
Moleong, L. J. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif (II). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nugroho, P. D. P. (2017, December). “Mau Peduli Budaya Indonesia? Tonton Dulu Barongan di Blora.” Kompas.Com. Retrieved from regional.kompas.com/read/2017/12/06/10284921/mau-peduli-budaya-indonesia-tonton-dulu-barongan-di-blora.
Purwaningrum, A. (2017, January). “Tradisi Indonesia - 10 Adat Istiadat Unik Khas Nusantara Ini Hampir Punah, Berani Ikut Lestarikan?” Tribunnews.Com. Retrieved from travel.tribunnews.com/2017/01/24/tradisi-indonesia-10-adat-istiadat-unik-khas-nusantara-ini-hampir-punah-berani-ikut-lestarikan?.
Rachma, D. (2016, December). “Kabupaten Blora dan Kesenian Tradisional Barongan.” Goodnewsfromindonesia.Id. Retrieved from www.goodnewsfromindonesia.id/2016/12/05/kabupaten-blora-dan-kesenian-tradisional-barongan.
Soedarsono, S. R. (1999). “Barongan Blora dalam Ritus Lamporan: Kelangsungan dan Perubahannya.” Sosiohumanika, 12 (2) Mei tahun 1999. Retrieved from https://repository.ugm.ac.id/42965/.
Sutomo, Y. (2008, December). “Kesenian Khas Blora Nyaris Punah.” Liputan6.Com. Retrieved from www.liputan6.com/news/read/196766/kesenian-khas-blora-nyaris-punah.
Wawancara. Indra Bagus Kurniawan. Blora, 15 Desember 2018.
Wawancara. Indra Bagus Kurniawan. Blora, 20 Desember 2018.
Wawancara. Sumardjan. Blora, 27 Desember 2018.
Wiyono, A. S. (2016, August). “15 Bahasa Daerah di Indonesia Punah, 139 Terancam Lenyap.” Merdeka.Com. Retrieved from www.merdeka.com/peristiwa/15-bahasa-daerah-di-indonesia-punah-139-terancam-lenyap.html.
Downloads
Published
Issue
Section
License
By submitting the manuscript of papers/articles to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, the authors are agreed to the following terms stated in copyright and license. Please also read our Publication Ethics dan Screening for Plagiarism.
Copyright
Authors who wish to publish and disseminate their papers with Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, shall agree to the publishing rights set by Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya. Authors understand that they shall assign publication right to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya as part of the process upon acceptance for publication. The authors agreed that they will transfer certain copyrights to Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya (authors must transfer the copyright by using the downloaded form HERE). Consecutively, authors still retain the right to use and share their own published articles without written permission from Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, as long as attributed properly, that the articles are initially published at Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya.
Authors granted Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya these following rights; (1) the right to publish and provide the manuscripts in all forms and media for publication and dissemination, (2) the authority to enforce the rights in the manuscript, for example in the case of plagiarism or copyright infringement.
License
Works in Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya licensed under Creative Commons Attribution license. Users are free to copy and redistribute the material in any medium or format, remix, transform, and build upon the material under these terms; users must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. Users may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses users or their usage.