“SIMALAKAMA DI LAHAN GAMBUT” ETNOGRAFI MASYARAKAT DI KALIMANTAN BARAT DAN SUMATRA SELATAN

Authors

  • Rio Heykhal Belvage Pusat Studi Kebudayaan Universitas Gadjah Mada
  • I Ngurah Suryawan Pusat Studi Kebudayaan Universitas Gadjah Mada
  • Aprinus Salam Pusat Studi Kebudayaan Universitas Gadjah Mada
  • Wiwien Widyawati Rahayu Pusat Studi Kebudayaan Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.33652/handep.v2i2.40

Keywords:

Etnografi, frontier, eksploitasi, perubahan sosial, kawasan gambut

Abstract

Penelitian etnografi ini mencoba memahami kondisi yang terjadi pada masyarakat di kawasan garis depan (frontier) Sumatra Selatan dan Kalimantan Barat di tengah arus besar kuasa investasi dan eksploitasi sumber daya alam. Introduksi pembangunan dan tawaran kemakmuran merangsek terus-menerus hingga mempertaruhkan kehidupan mereka sendiri. Relasi historis mereka dengan lingkungan perlahan-lahan tersingkirkan. Penelitian ini memilih dua karakteristik masyarakat yang berada di lahan gambut; Pertama, masyarakat lokal Dayak Kanayatn di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dan Kedua adalah kehadiran masyarakat transmigrasi di Desa Banyubiru, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan. Dua tempat ini mewakili dua karakteristik masyarakat, yakni masyarakat tempatan dan pendatang. Keduanya kini bermukim di kawasan yang oleh negara didefinisikan sebagai wilayah Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG). Dengan memaparkan fenomena antropologis di dua lokasi KHG, penelitian ini berargumentasi bahwa eksistensi masyarakat di kawasan gambut kian terhimpit ruang hidupnya. Upaya-upaya restorasi di tengah kian meluasnya kapitalisme ekstraktif, bila tidak ditangani secara hati-hati, beresiko mengkonversi kompleksitas sistem sosial menjadi rumus-rumus teknis pembangunan belaka.

Author Biographies

Rio Heykhal Belvage, Pusat Studi Kebudayaan Universitas Gadjah Mada

Mahasiswa S3 Ilmu-ilmu Humaniora, Universitas Gadjah Mada

I Ngurah Suryawan, Pusat Studi Kebudayaan Universitas Gadjah Mada

Pengajar Antropologi, Universitas Negeri Papua

Aprinus Salam, Pusat Studi Kebudayaan Universitas Gadjah Mada

Dosen FIB UGM,

Kepala Pusat Studi Kebudayaan UGM

Wiwien Widyawati Rahayu, Pusat Studi Kebudayaan Universitas Gadjah Mada

Dosen FIB UGM

Ka Unit Pengembangan Pusat Studi Kebudayaan UGM

References

Breman, Jan. 2014. “Keuntungan Kolonial dari Kerja Paksa: Sistem Priangan dari Tanam Paksa Kopi di Jawa, 1720-1870”. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Michael R.Dove. 1985. “Peranan Kebudayaan Tradisional Indonesia dalam Modernisasi”. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Murray Li, Tania. 2002. “Keterpinggiran, Kekuasaan, dan Produksi: Analisis Terhadap Transformasi Daerah Pedalaman”, dalam “Proses Transformasi Daerah Pedalaman di Indonesia”. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

______________. 2012. “The Will to Improve: Perencanaan, Kekuasaan dan Pembangunan di Indonesia”. Tangerang Selatan: Marjin Kiri.

Tsing, Anna Lowenhaupht. 2005. “Friction: An Ethnography of Global Connection”. Princeton University Press.

Sumber Media Masa

Iwan Meulia Pirous, “Kerentanan akibat Larangan Bakar Hutan”, Opini Kompas, 29 Maret 2018.

Downloads

Published

2019-06-17

Issue

Section

Articles