TINGGALAN ARKEOLOGI MASA HINDU-BUDDHA DI LASEM: SEBUAH KAJIAN FILOARKEOLOGI

Authors

  • Candrika Ilham Wijaya Universitas Gadjah Mada & Padma Heritage Consultant
  • Niken Wirasanti Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.33652/handep.v7i2.604

Keywords:

Babad Lasem, destroyed of temples, sacred buildings, caturasrama, and philloarchaeological.

Abstract

During the Hindu-Buddhist period, Lasem became a vassal of Majapahit led by a queen named Bhre Lasem. Lasem was historically significant during the Majapahit period. However, complete archaeological data from the Hindu-Buddhist era is unavailable due to the extensive destruction of sacred buildings, particularly temples, caused by the Dutch East India Company (VOC) and the Regent Suroadimenggolo after the Lasem War. This study aims to conduct an inventory of the classical sites in Lasem and to gain insight into the significance of sacred buildings during that period. The study employed philloarchaeological analysis, comparing the textual data from Babad Lasem, Rapporten Oudheidkundigen Diens (ROD), and field surveys. The results indicate that the designation of the sacred building is in line with Nāgarakŗtāgama’s description of the functions of saiwa, sogata, and rsi. Furthermore, its location complies with the principles of caturāśrama and the concept of the triloka—the sacred building of worship, the holy building of hermitage, and the sacred building of dharma (dharmaan). The temple in Lasem represents the harmony of the macrocosm and microcosm, functioning as a relation between sacred buildings serving as examples of applying the concept of the triloka (three realms). This study underscores the interdependence of sacred buildings, representing the manifestations of the three realms

References

Agusta, Rendra. 2018. “I Sakala Dihyang: Relasi Prasasti Akhir Majapahit dan Naskah-Naskah Merapi Merbabu.” Jumantara 9(2):49-68.

Arrazaq, Naufal Raffi, Indah Nurafani Syarqiyah, Sahmu Hidayat, dan Fahmi Prihantoro. 2021. “Mengungkap Katastrofe Kuno di Yogyakarta Berbasis Indigenous Knowledge dalam Perspektif Filoarkeologi.” Patrawidya 22(1):1-24.

Asmar, Teguh, Bennet Bronson, Mundarjito Jan Wisseman, eds. 1975. Laporan Penelitian Rembang 1975. Jakarta: Pusat Penelitian Purbakala dan Peninggalan Nasional-The University of Pemsylvania Museum.

Aziz, Fadhila Arifin. 1994. “Landsekap Pertamanan: Kajian Atas Data Tekstual.” Berkala Arkeologi 14(1):27-30.

Baried, Siti Baroroh, et al. 1985. Pengantar Teori Filologi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Boechari. 2018. “Candi dan Lingkungannya.” Hlm. 273-90 dalam Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti, ditulis oleh Boechari. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Brandes, J. 1900. De Proza-Omzetting van de Babad Tanah Jawi (uitgave van 1874). Batavia: Albrecht & Co.

Casparis, J. G. de. 1985. “Sedikit tentang Golongan-Golongan di dalam Masyarakat Jawa Kuno.” Amerta 2:54-59.

Dienst, Oudheidkundigen. 1915. Rapporten Oudheidkundigen Dienst in Nederlandsh-Indie 1915 Inventaris der Hindoeoudheden. Batavia.

Geldern, Robert Heine. 1982. Konsepsi Tentang Negara & Kedudukan Raja di Asia Tenggara. Jakarta: CV. Rajawali.

Jasper, J. E. 1936. Serat Babad Thuban. Tjitakan ke III. Kediri: Than Khun Swie.

Karsono, R. Panji. 1920. Cerita (Sejarah) Lasem, Katurun/ Kajiplak Dening R. Panji Karsono (1920). Semarang: Pembabar Pustaka.

Kartodirdjo, Sartono. 1993. “Masyarakat dan Sistem Politik Majapahit.” Hlm. 31-46 dalam 700 Tahun Majapahit (1293-1993): Suatu Bungai Rampai, disunting oleh Sartono Kartodirdjo. Surabaya: Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Tingkat 1 Jawa Timur.

Kusen, Sumijati Atmosudiro, dan Inajati Adrisijanti Romli. 1993. “Agama dan Kepercayaan Masyarakat Majapahit.” Hlm. 89-116 dalam 700 Tahun Majapahit (1293- 1993): Suatu Bungai Rampai, disunting oleh Sartono Kartodirdjo. Surabaya: Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Tingkat 1 Jawa Timur.

Maulana, Ratnaesih. 1997. Ikonografi Hindu. Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Muljana, Slamet. 2005. Menuju Puncak Kemegahan: Sebuah Kerajaan Majapahit. Yogyakarta: LKiS Yogyakarta.

Mulyani, Hesti. 2009. Teori Pengkajian Filologi. Yogyakarta.

Munandar, Agus Aris. 1995. “Arsitektur Candi-Candi di Jawa Timur: Sebuah Pembahasan Ringkas.” Hlm. 108-22 dalam Kirana: Persembahan untuk Prof. Dr. Haryati Soebadio, disunting oleh Haryati Soebadio-Noto Soebagio, Rita Fitriati Nurlambang, dan Agus Aris Munandar. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia, PT. Intermasa.

Munandar, Agus Aris. 2003. “Candi dan Kaum Agamawan, Tinjauan Terhadap Jenis Candi Masa Majapahit (abad 14-15 M).” dalam Aksamala Arkeologi, ditulis oleh Agus Aris Munandar. Bogor: Akademia.

________. 2016. Arkeologi Pawitra. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Nastiti, Titi Surti dan Nurhadi Rangkuti. 1988. Laporan Penelitian Ekskavasi Caruban, Lasem, Jawa Tengah. Jakarta: Departemen Pendidikan Kebudayaan.

Nuarca, I. Ketut. 2017. Metode Filologi: Sebuah Pengantar. Denpasar: Universitas Udayana.

Nurhajarini, Dwi R., E. Purwaningsih, dan I. Fibiona. 2015. Akulturasi Lintas Zaman di Lasem: Perspektif Sejarah dan Budaya (Kurun Niaga-Sekarang). Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya.

Poerwadarminta, J. W. S. 1939. Baoesastra Djawa. Groningen: J.B. Wolters Uitgevers-Maatschappij N.V.

Poesponegoro, Marwati D. & Notosusanto Nugroho. 2019. Sejarah Nasional Indonesia II Zaman Kuno. Edisi Pemutakhiran. Jakarta: Balai Pustaka.

Prasodjo, Tjahjono. 1992. “Nepotisme dalam Pemerintahan Kerajaan Majapahit.” Laporan Penelitian. UGM, Yogyakarta.

Pratiwo. 2010. Arsitektur Tradisional Tionghoa dan Perkembangan Kota. Yogyakarta: Ombak.

Purbasari, Riris. 2018. “Strategi Pengelolaan Warisan Budaya Berbasis Peran Masyarakat di Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang.” Jurnal Planologi 15(2):115-33.

Purwanto, Heri. 2017. “Candi Sukuh sebagai Tempat Kegiatan Kaum Rsi.” Berkala Arkeologi 37(1):69- 84.

Purwanto, Heri, dan Coleta Palupi Titasari. 2020. “Mandala Kadewaguruan: Tempat Pendidikan Keagamaan di Lereng Barat Gunung Lawu Abad XIV-XV Masehi.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 5(1):13-42.

Rahardjo, Supratikno. 2010. Peradaban Jawa: Dinamika Pranata Politik, Agama, dan Ekonomi Jawa Kuno. Jakarta: Komunitas Bambu.

Restinaningsih, Lilis. 2009. “Kakawin Sena (dalam Tinjauan Filologis).” Skripsi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Riyanto, Sugeng. 2020. Lasem dalam Rona Sejarah Nusantara: Sebuah Kajian Arkeologis. Yogyakarta: Balai Arkeologi Yogyakarta.

Riyanto, Sugeng, Agni Sesaria Mochtar, Hery Priswanto, Alifah, dan Putri Novita Taniardi. 2020. Lasem dalam Rona Sejarah Nusantara: Sebuah Kajian Arkeologis. Yogyakarta: Balai Arkeologi Provinsi Daerah lstimewa Yogyakarta.

Rizkiananingrum, Norma. 2014. “Analisis Struktur dan Konteks Carita (Sejarah) Lasem.” Skripsi, Universitas Indonesia, Depok.

Rusconi, Jan. 1935. “Sja’ir Kompeni Welanda Berperang dengan Tjina.” Academisch Proefschrift, Universiteit te Utrecht, Utrecht.

Santiko, Hariani. 2012. “Agama dan Pendidikan Agama pada Masa Majapahit.” Amerta, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi 30(2):123-33.

Sastronaryatmo, Moelyono. 1981. Babad Kertasura I. Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah.

Sektiani, Damaika, Kartika Widya, Zakariya Pamuji Aminullah, Novi Marginingrum, dan Nedta Septi. 2018. Kakawin Negarakertagama: Teks dan Terjemahan. Yogyakarta: Narasi.

Septyana, Nurul Hidayati. 2012. “Sejarah Perkembangan Klenteng Gie Yong Bio di Lasem dan Pengaruhnya Masyarakat 1967- 1998.” Journal of Indonesian History 1(2):100-109.

Soekmono. 1974. “Candi Fungsi dan Pengertiannya.” Disertasi, Fakultas Sastra, Universitas Indonesia, Jakarta.

Soekmono, R., dan Inajati Adrisijanti Romli. 1993. “Peninggalan-Peninggalan Purbakala Masa Majapahit.” Hlm. 65-88 dalam 700 Tahun Majapahit (1293-1993): Suatu Bungai Rampai, disunting oleh Sartono Kartodirdjo. Surabaya: Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Tingkat 1 Jawa Timur.

Tim. 2021. Pemutakhiran Data Cagar Budaya Mendukung Platform Jalur Rempah di Kabupaten Rembang. Klaten: BPCB Jawa Tengah.

Unjiya, Muhammad Akrom. 2014. Lasem Negeri Dampoawang: Sejarah yang Terlupakan. Temanggung: Desa Pustaka Indonesia.

Vermeulen, Johannes Theodorus. 1938. “De Chineezen te Batavia en de Troebelen Van 1740.” Academisch Proefschrift, Rij-kuniversiteit te Leiden, Leiden.

Wahyudi, Deny Yudo, Slamet Sujud P.J., Agus Aris Munandar, dan Ninny Soesanti. 2014. “Pusat Pendidikan Keagamaan Masa Majapahit.” Studi Sosial 6(2):107- 19.

Wantari, Luh, dan Widya Gunawan. 2020. “Kedudukan Dewa Ganesa dalam Theologi Hindu.” VIDYA DARŚAN 2(1):42-54.

Wicaksana, Pandu. 2012. “Kajian Filologi Naskah Piwulang Patraping Agesang.” Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.

Wijaya, Candrika Ilham. 2023. “Peninggalan Arkeologi Masa Klasik di Lasem Berdasarkan Studi Filoarkeologi”. Skripsi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Wirasanti, Niken. 2016. “Struktur dan Sistem Tanda Ruang Sakral Candi (Kasus Candi-candi Masa Mataram Kuno Abad IX Masehi.” Makalah, International Seminar Prasasti III: Current Research in Linguistics, Solo.

________. 2023. Candi dan Lingkungannya Abad IX-X Masehi di Wilayah Jawa Bagian Tengah. Sleman: Gadjah Mada University Press.

Wurjantoro, Edhie. 2018. Anugerah Sri Maharaja, Kumpulan Alih-aksara dan Alihbahasa Prasasti-Prasasti Jawa Kuna dari Abad VIII-XI. Depok: Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Zakaria, Yunan Helmy. 1993. “Arsitektur Kota Lasem (Tinjauan Mengenai Pengaruh Masyarakat Cina).” Skripsi, Fakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Downloads

Published

2024-08-02

Issue

Section

Articles